2captcha
Politik    Sosial    Budaya    Ekonomi    Wisata    Hiburan    Sepakbola    Kuliner    Film   
2captcha
Showing posts with label berita. Show all posts
Showing posts with label berita. Show all posts

Pembunuhan Supir pete pete/angkot di majene Sulbar

MAJENE - Warga pasar Sirindu, Kelurahan Sirindu, Kecamatan Pamboang,Kabupaten Majene dikagetkan dengan penikaman terhadap supir pete-pete. Hal ini terjadi secara tiba-tiba di depan pasar Sirindu penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia, Jumat (11/12/2015) pukul 05.00 subuh tadi.

Kapolses Pamboang, AKP Agus Mappi mengungkapkan, kejadian ini bermula saat korban atas nama Rasak yang merupakan supir pete-pete merah dengan nomor polisi DC 1801 BC asal Lampa, Kecamatan Mapilli, Kabupaten Polewali Mandar mengantar penumpang ke Pasar Sirindu. Penumpang yang diantar berjumlah dua pedagang sayur, salah satunya bernama Ramlah yang merupakan istri dari tersangka bernama Ibrahim.

"Rasak keluar dari mobil di depan pasar Sirindu tiba -tiba datang tersangka dan langsung memukul Rasak dengan balok kayu sehingga korban terjatuh," kata Agus Mappi.

Lanjut AKP Agus Mappi, tersangka kemudian menusuk perut seblah kanan sehingga korban mengalami luka robek dengan usus terburai keluar. Korban pun mengalami luka diperut dan ditangan, tersangka kemudian melarikan diri.

"Korban sempat naik mobil kemudian mengendarainya ke arah Sendana, sekitar 1 km dari TKP kemudian menabrak pagar SDN 20 Inp. Ambawe," lanjut Agus.

Awalnya warga mengira korban meninggal karena kecelakaan menabrak pagar sekolah, setelah dicek ternyata perut korban mengalami luka tusuk dengan usus terburai .

Motif sementara penganiayaan berakhir dengan tewasnya supir pete-pete ini diduga karena perselingkuhan antara istri tersangka dengan supir pete-pete.
Mobil korban kemudian dipasangi garis polisi dan korban dilarikan ke Puskesmas Pamboang.

Ramlah, penumpang korban yang merupakan istri dari tersangka saat dimintai keterangan di Polsek Pamboang mengatakan, sebelumnya ia bermalam dirumah saudaranya di Sendana. Ia mengelak bahwa ia selingkuh dengan korban.

"Saya bermalam dirumah saudara saya di Sendana karena hari ini itu hari pasar di Sirindu, saya tidak ada hubungan apa-apa dengan korban, korban itu hanya supir, kebetulan ia mengantar saya ke pasar bersama pedagang lainnya," kata ibu 5 anak ini.

Sebelumnya Ramlah dan Ibrahim pisah ranjang selama satu bulan terakhir karena memiliki masalah keluarga. Saat ini Ramlah tinggal bersama orang tuanya di Desa Bala, Kecamatan Balanipa, Kabupaten Polewali Mandar karena rumah yang ia tinggali bersama anaknya dijual oleh tersangka.

Korban yang sebelumnya di Puskesmas Pamboang kemudian diantar ke kamar jenazah RSUD Majene. Jenazah korban telah diambil oleh pihak keluarga untuk segera dimakamkan.

Saat ini Polres Majene masih melakukan pengejaran terhadap tersangka yang identitas sudah dikantongi. (Irwan

JIKA JOKOWI BERHASIL MEMUTUS KONTRAK FREEPORT

~ WASPADALAH.. WASPADALAH..
Punya gunung emas belum tentu menjadi berkah, melainkan juga musibah. Minyak dan emas selalu terkait dengan darah dan nyawa manusia. Cadangan emas dibawah bumi Papua yang saat ini dikelola Freeport masih memiliki cadangan jutaan kilogram emas lagi yang baru habis dieksploitasi pada tahun 2056.
Kontrak Karya (KK) Freeport habis pada 2021. Pernah terjadi MoU antara pemerintahan SBY dan Freeport pada 2009 lalu untuk memperpanjang lagi s/d 2041.
Tapi dengan berlindung kepada UU Minerba yg menyebutkan bahwa KK baru bisa dievaluasi 2 tahun sebelum kontrak habis,
maka Jokowi membatalkan MoU tersebut.
Amerika kebakaran jenggot.
Jika Freeport tidak diperpanjang kontraknya, maka cadangan emas milik Amerika yang menjadi pondasi mata uang Dolar diseluruh dunia bakal rontok.
Amerika tetap ingin menancapkan kukunya di Freeport, apapun taruhannya.
Negosiasi ulang KK Freeport baru bisa dilaksanakan pada 2019,
dimana Jokowi masih berkuasa s/d Okt 2019.
Opsi Amerika cuma ada 2:
1 perpanjang kontrak Freeport (meski ada beberapa penyesuaian)
2 hancurkan Indonesia
.Waspadalah!!!
Pada kurun 2016 - 2018 bangsa ini bakal diserang issue separatis dan konflik SARA. Kelompok radikal bakal kebanjiran transfer uang Dolar dan Real.
Pentolan kelompok intoleran itu aslinya cuma menjalankan peran sebagai event organizer bernama KERUSUHAN. Terima order, terima fulus, bikin kerusuhan disana-sini, dan kirim laporan kepada sang juragan.
Gereja dibakar, masjid dibakar, larangan membangun masjid, larangan membangun gereja, makin berseliweran beritanya di sosial media.
Mereka yang ingin beragama tetapi miskin pengetahuan, bakal jadi korban hasutan provokator
yang memimpin mereka angkat senjata. Isue Sunni-Syiah yang sukses menghancurkan Suriah dan Irak
akan diduplikasi di republik ini.Aceh dan Papua adalah titik masuk potensial bagi Amerika untuk mensuriahkan NKRI.
Para oportunis yang mendompleng kepentingan Amerika bakal berpesta-pora. Parpol-parpol busuk ikut menunggangi kepentingan Amerika untuk menggulingkan pemerintahan yang sah.
Dengan konsesi bahwa jika Jokowi terguling dan mereka berkuasa, maka KK Freeport bakal diperpanjang.Hura hara dan kegaduhan politik makin banyak.
Demo buruh dan mahasiswa bakal merajalela.Karena ada bandar besar yang membiayai mereka.
Buruh dan mahasiswa adalah obyek penderita dari para aktivis yang melakukan konspirasi dengan parpol busuk yang melacurkan diri kepada Amerika.
Bangsa ini terancam, negeri ini sedang memasuki episode bencana yang sudah didepan mata.
Tapi warganya masih sibuk berkelahi akibat aspirasi politiknya yang beda afiliasi.
Masih ribut melakukan dikotomi sebagai pendukung Prabowo atau pendukung Jokowi.
Sibuk dengan onani politik bersama TV One atau Metro TV
.Banggalah menjadi INDONESIA. Cobalah buka mata hati dan nurani anda,
dan sejenak mengesampingkan suku, agama, mazhab atau warna kulit anda.
Berpikir dan bertindaklah sebagai warga negara Indonesia.Negeri tercinta sedang terancam bahaya.
Ayo bersatu, ayo saling mendukung. Jangan mau dipecah belah oleh Rambo dan sejenisnya
.Bangsa ini adalah bangsa yang besar dan kaya raya jika warganya bersatu membangun negeri...
.!SHARE!!


Sumber : https://www.facebook.com/achmad.sidik.754

Gagalnya Skenario Kalla-Sudirman Said dan Setya Novanto di Proyek Freeport


Sikap tak kenal kompromi Presiden Jokowi yang tidak mau memperpanjang kontrak karya Freeport lebih awal, telah memakan korban. Karena korbannya adalah para pejabat kelas kakap, maka tindakan Jokowi itu dimaknai sebagai ‘tindakan yang amat berani’. Jokowi terlalu berani menyikat para mafia yang selama ini nyaman ‘bermain’ di Freeport.


Kue amat lezat Freeport yang pernah dicicipi oleh Aburizal Bakri, kini hilang tiba-tiba di zaman Jokowi. Penghilangan rezeki, sarang tawon dan sumber kue lezat para grup pejabat elit di negeri ini yang salah satunya diperoleh dari Freeport adalah sebuah ‘aksi lawan arus ’ bagi Jokowi. Akibatnya terjadi kegaduhan luar biasa di DPR, istana menjadi panas dan masyarakat Indonesia menjadi heboh. Perseteruan sengit grup elit antara Jusuf Kalla, Sudirman Said Plus Rini Soemarno vs grup elit lainnya Setya Novanto, Reza Chalid, plus Aburizal pun tak terhindarkan.




Seandainya Jokowi mengikuti kebiasaan Soeharto yang membiarkan pembagian kue lezat Freeport kepada grup pejabat elit di negeri ini, maka kegaduhan dan catut nama Presiden itu tidak pernah ada. Jokowi telah membuat Sudirman Said, Kalla, Novanto frustrasi. Pun pihak Freeport yang dipimpin oleh Maroeff Sjamsuddin double frustrasi karena terus ditekan


Jokowi untuk melaksanakan kewajibannya di Indonesia. Mereka gagal meyakinkan Jokowi untuk memperpanjang kontrak Freeport itu lebih awal. Jokowi tanpa kompromi mengatakan ‘no’. Jokowi sama sekali tidak memberi celah kepada para calo, makelar dan para pemburu rente untuk kembali bermain di Freeport. Semua negoisasi perpanjangan kontrak, harus melalui Presiden. Akibatnya, skenario Kalla dan Sudirman Said dan penyusup baru Setya Novanto gagal total dan malah terkuak di hadapan Jokowi. Kedua kubu yang berseteru ini gagal besar mendikte dan mengatur Presiden Jokowi. Pertanyaannya adalah bagaimana bisa dimengerti bahwa kasus catut Novanto itu terjadi akibat dari kegagalan skenario Kalla-


Sudirman Said di Freeport? Kita mungkin sebagian setuju bahwa Freeport adalah sarang tawon luar biasa bagi para pejabat elit Indonesia sekian puluh tahun. Berkat Freeport, para anggota DPR, pejabat pemerintah yang tadinya bukan siapa-siapa, tiba-tiba muncul sebagai pengusaha hebat di jagat bisnis di tanah air setelah kongkalingkong dengan Freeport. Cerita sukses pejabat elit di negeri ini dari kue lezat Freeport bukan isapan jempol. Sejarah telah membuktikannya. Di zaman Soeharto, kue lezat Freeport dicicipi oleh sebagian kecil orang di negeri ini. Pada pembaharuan kontrak karya Freport tahun 1991, di masa Menteri Pertambangan dan Energi, Ginandjar Kartasasmita, Aburizal Bakrie yang pada saat itu sudah dekat dengan Soeharto lewat Ginanjar, mendapat kesempatan emas untuk mencicipi kue lezat Freeport. Dalam kontrak baru itu, Freeport wajib mengalihkan sebagian sahamnya kepada pihak pemerintah dan swasta. Nah, pihak swasta yang beruntung saat itu adalah Aburizal Bakrie. Ketika itu, sebanyak 10 persen saham dipindahtangankan melalui transaksi jual-beli dari Freeport Indonesia kepada PT Indocopper Investama Corporation, milik Aburizal.




Pada saat itu PT Indocopper sebetulnya tak punya cukup duit untuk membeli saham Freeport. Namun dengan restu Soeharto, Aburizal kemudian melakukan pinjaman dari pihak ketiga yang dijamin oleh Freeport sendiri. Setahun kemudian, Aburizal menjual 4,9 persen saham itu kepada Freeport senilai harga pembelian seluruh saham, US$ 212,5 juta. Aburizal pun mendapat dana gratis senilai 200 jutaan dollar AS dari Freeport. Kisah kue lezat yang pernah dicicipi Aburizal itu kemudian menjadi daya tarik bagi Novanto (anak emas Aburizal di Golkar) untuk mencari celah mengulangi kisah kue lezat Freeport. Karena kontrak Freeport akan habis pada tahun 2021 mendatang, maka pada tahun 2014, pihak Freeport ingin lebih awal memperpanjang kembali kontrak karyanya.

Melihat keinginan Freeport itu, maka mulailah para calo, makelar, para pemburu rente dan para pejabat elit di lingkungan pemerintahan SBY kembali bergentayangan dan bermanufer. Tujuannya adalah ingin mendapat bagian dari kue lezat Freeport yang kembali diperbaharui kontraknya. Orang-orang di sekitar SBY pun mendesak SBY agar memperpanjang kontrak Freeport di masa pemerintahannya. Orang-orang ini amat khawatir jika terjadi di masa pemerintahan yang baru, kontrak Freeport itu akan ditunda hingga tahun 2019. Presiden SBY pun luluh. Maka pada saat kunjungan terakhir Presiden Yudhoyono ke New York untuk menghadiri sidang PBB, September 2014, dirancanglah satu acara penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Pemerintah RI dengan PT Freeport Indonesia yang isinya memuat kesepakatan terkait dengan rencana amandemen Kontrak Karya sebagaimana disahkan oleh Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 dan kejelasan nasib operasi Freeport setelah tahun 2021.




Melihat gelagat SBY tersebut, Kalla langsung bermanufer. Kalla kemudian membentuk tim lobi yang diketuai oleh Sofyan Wanandi. Misi dari Sofyan adalah memastikan agar Mou antara pemerintah RI dan PT Freeport itu dibatalkan dan ditunda sampai pemerintahan baru terbentuk Oktober 2014. Caranya, Sofyan menyampaikan janji Kalla bahwa kontrak karya Freeport di Indonesia akan dipastikan aman. Pada saat itu Jokowi-Kalla sudah dipastikan sebagai pemenang Pilpres Pilpres Juli 2014. Misi Sofyan Wanandi itu pun berhasil. Freeport setuju untuk membatalkan MoU itu dan menunggu hingga Jokowi-Kalla dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia. Ketika misi Sofyan Wanandi melobi Freeport berhasil, Kalla pun mulai merancang skenarionya. Kalla ingin agar orang nomor satu di ESDM adalah orangnya. Demikian juga di jajaran Freeport Indonesia haruslah orang yang mendukung rancangan bisnisnya.




Untuk memuluskan skenarionya, Kalla kemudian meminta kepada Presiden Jokowi untuk menunjuk Sudirman Said (orangnya Kalla) sebagai Menteri ESDM. Bujukan Kalla itupun, tanpa curiga disetujui Jokowi. Jadilah orang nomor satu di Kementerian ESDM dipegang oleh Sudirman Said. Dengan masuknya Sudirman Said, maka skenario perancangan bisnis Kalla pun mendapat kemudahan. Nantinya segala kebijakan di Freeport, dirancang sedemikian rupa agar sesuai dengan kemauan Kalla. Selanjutnya agar Freeport Indonesia lebih mudah didekati, maka Kalla meminta petinggi Freeport pusat, James Moffett, untuk mengganti jajaran Direksi Freeport Indonesia. Pihak Freeport pusat menuruti kemauan Kalla dan menunjuk Maroef Sjamsoeddin, adik kandung Sjafrie Sjamsoeddin, yang waktu itu menjabat sebagai Wakil Kepala BIN, menjadi Dirut PT Freeport Indonesia.




Dengan penunjukkan Maroef, maka kini Kalla memegang kendali kebijakan lewat Sudirman Said dan kendali operasional lewat Maroef Sjamsoeddin. Tinggal satu langkah lagi bagi Kalla yang belum terlaksana yakni meyakinkan Jokowi bahwa perpanjangan kontrak karya Freeport itu penting bagi investasi di Indonesia. Oleh karena itu harus dibantu percepatan perpanjangan kontraknya. Namun apa yang terjadi kemudian? Ternyata Jokowi bukanlah Presiden kemarin sore yang dengan mudah menuruti keinginan Kalla dan Sudirman Said. Jokowi dengan cerdasnya mencium gelagat tidak enak terkait nafsu besar Kalla plus Sudirman Said untuk memperpanjang kontrak Freeport itu. Dalam hal ini, maka benarlah apa yang dikatakan oleh Menko Maritim dan Sumber Daya, Rizal Ramli, bahwa Sudirman Said keblinger memperpanjang kontrak Freeport itu. Sebagai bukti atas keblinger Sudirman Said itu terlihat pada suratnya atas nama Menteri ESDM bernomor 7522/13/MEM/2015 kepada Freeport, yang isinya memberi angin segar terhadap perpanjangan kontrak karya dengan PT Freepot Indonesia sebelum 2019. Usaha Kalla dan Sudirman Said meyakinkan Jokowi kemudian ternyata gagal total. Akibatnya perpanjangan kontrak Freeport itu menjadi molor dan tidak jelas seperti yang pernah dijanjikan Kalla.


Bisnis yang sudah di depan mata, tidak pernah menjadi kenyataan. Padahal jika Kalla dan Sudirman Said bisa meyakinkan Jokowi, maka peluang bisnis di Freeport sangat lezat. Perusahaan Kalla seperti Bukaka Group, Bosowa Group, Indika Group akan berbagi untuk memasok semen untuk pembangunan; penerangan tambang bawah tanah, bahan peledak, pembangkit listrik tenaga air dan sebagainya. ****




Melihat Kalla dan Sudirman Said gagal meyakinkan Jokowi, maka Setya Novanto mencoba masuk dan menawarkan bantuan kepada pihak Freeport. Novanto tergoda untuk memperjualbelikan jabatannya dengan harga fantastis. Novanto juga ingi ikut mencicipi kue lezat Freeport. Caranya, Novanto yang sudah mempunyai hubungan baik dengan Luhut berasumsi bahwa Luhut dapat meyakinkan Jokowi untuk memperpanjang kontrak Freeport itu. Tentu saja uluran tangan sang ketua DPR itu disambut baik oleh pihak Freeport yang sudah frustrasi melihat cara kerja Sudirman Said. Hal ini kemudian terbukti atas pertemuan pertama Freeport dengan Setya Novanto di gedung DPR. Novanto yang sebelumnya telah mendapat cerita menarik dari Aburizal bahwa kue Freeport itu begitu lezat, tanpa malu mencoba bernegosaisi langsung dengan pihak Freeport. Bersama Reza Chalid, Novanto pun diketahui beberapa kali bertemu dengan pihak Freeport. Agar lebih meyakinkan Freeport, Novanto yang sudah dekat dengan Luhut, tanpa ragu mencatut nama Presiden dan Wakil Presiden dan juga nama Luhut sendiri (orang kepercayaan Jokowi).




Sial bagi Novanto, Presdir Freeport, Maroef Sjamsuddin yang juga mantan wakil BIN, dan sudah frustrasi meyakinkan Jokowi, merekam pembicaraan Novanto yang meminta bagian saham itu. Sudirman Said yang pernah dimarahi Jokowi karena keblinger memperpanjang kontrak Freeport itu terancam direshuffle oleh Jokowi. Maka untuk menyelamatkan mukanya di depan Jokowi, rekaman pembicaraan Novanto itu dilaporkan kepada Jokowi. Hasilnya, Jokowi marah besar dan mendorong Sudirman Said melaporkan pencatutan itu ke MKD DPR. Gegerlah DPR, publik pun heboh luar biasa. Sudirman Said pun muncul bak pahlawan kesiangan di atas penderitaan Setya Novanto. Novanto pun menjadi bulan-bulanan publik. ***




Dari masalah kasus catut Novanto yang sebetulnya akar masalahnya di Freeport, publik pantas berterima kasih kepada Jokowi yang berpikir lurus, jujur dan tetap berintegritas. Jokowi selalu mementingkan kepentingan rakyatnya dan tidak akan menjual negerinya demi kepentingan pribadinya. Terkait dengan Kalla-Sudirman Said, publik tentu sudah lama curiga atas permainan keduanya. Apes juga bagi Novanto, yang terperosok masuk dalam pusaran kue lezat Freeport dan berani mencatut nama Presiden Jokowi. Maka tepatlah jika nantinya Setya Novanto dilengserkan dari kursi DPR lewat MKD. Juga sangat layak jika Sudirman Said ikut direshuffle dari kabinet karena ikut bermain di Freeport. Sedangkan untuk Kalla, biarkan dia menjadi wakil Jokowi sampai habis masa jabatannya, namun Jokowi harus berhati-hati dan tidak lagi mudah mempercayainya. Untuk Luhut, kasus catut itu menjadi pembelajaran bagi dirinya ke depan. Jadi ketika Jokowi gagal diyakinkan, maka skenario Kalla-Sudirman Said terkuak, pun Setya Novanto kena batunya. Salam Kompasiana.

_____________________________________

Oleh: Asaaro Lahagu








Sumber: Kompasiana.com

Kelakuan Bejat di kantor DPR


Waktu nyaris menjelang tengah malam saat Asep, bukan nama sebenarnya, masuk ke dalam ruangan anggota dewan. Tiba-tiba dia mendengar suara desahan dalam bilik privat, salah satu ruangan di Gedung Nusantara I. Tak mau disebut lancang, Asep buru-buru keluar ruangan.
"Saya pernah masuk ke ruangan mau ambil sampah. Saya dengar kayak ada suara-suara orang lagi begituan," ujar Asep membuka perbincangan dengan merdeka.com di pelataran gedung DPR-RI, Jumat pekan kemarin.
Asep merupakan salah satu dari sekian banyak tenaga pembersih dipekerjakan di gedung DPR. Sudah satu dekade dia bekerja di gedung katanya sarang wakil rakyat itu. Sejam setelahnya, Asep memergoki seorang wanita berpakaian aduhai keluar dari ruangan itu. Tubuhnya molek tinggi semampai dengan balutan baju di atas lutut.
"Itu kejadian tahun 2008," ujar Asep tanpa mau menyebutkan anggota dewan dia maksud. "Saya masih cari makan di sini," katanya.
Cerita maupun rumor seperti dituturkan Asep memang bukan barang baru. Kasus politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Max Muin, tujuh tahun silam memang sedikit membuka tabir anggota DPR doyan berbuat mesum. Meski Max membantah tudingan foto syur beredar di media massa kala itu, tetapi cerita soal kelakuan binalnya wakil rakyat tak pernah surut.
Asep mencoba mengingat kejadian pernah dialami teman sesama tenaga pembersih di Gedung DPR. Salah satunya ialah adegan ciuman di dalam ruangan anggota dewan. Mata temannya langsung melotot ketika dia melihat seorang anggota dewan terpergok sedang adu bibir dengan sekretarisnya. Buat tutup mulut, teman Asep disumpal duit Rp 500 ribu cuma-cuma.
"Teman saya malah beruntung dikasih duit Rp 500 ribu supaya tutup mulut," tutur Asep.
Asep juga sering menemukan kondom berisi cairan air mani. Sepuluh tahun dia bekerja di Gedung DPR, alat kontrasepsi itu sudah sering kali dipungut Asep. Apalagi saban hari dia mengangkut tempat sampah. Selalu ditemukan kondom, saking banyaknya dia lupa jumlahnya.
Hilir mudik wanita berpakaian seksi betul-betul dihafal Asep. Dia paham betul mana yang bekerja di gedung tersebut atau bukan. Biasanya kata Asep, anggota dewan sering kedatangan tamu wanita berdandan menor dengan parfum menyengat hidung. Pemandangan itu tentunya mengundang mata. Apalagi wanita seksi itu selalu keluar pada malam hari.
Apalagi dugaan Asep diperkuat soal kepergoknya aksi perselingkuhan. Dulu banyak istri anggota dewan tiba-tiba datang ke ruangan suaminya sambil marah-marah. "Banyak kalau perselingkuhan. Banyak juga yang ketahuan sama istrinya karena selingkuh," kata Asep. 

Source: Sumber

Jenis Kategori Hotel Di Sulawesi Barat

Membincang soal dunia pariwisata Sulawesi Barat maka kita tidak akan pernah bisa lepas dari peranan tempat hunian seperti hotel, wisma, losmen, ataupun penginapan. Tingkat hunian untuk wisatawan ini mungkin dapat menjadi salah satu acuan apakah dunia pariwisata di Sulawesi Barat naik, tetap atau turun. Lalu bagaimana tingkat huniannya? saya yakin belum terlalu menggembirakan.
Hotel DMaleo Mamuju Sulawesi Barat
Tampak dari kejauhan hotel DMaleo Mamuju Sulawesi Barat
Foto : Jusriady

Dalam pandangan umum dunia pariwisata Sulawesi Barat mungkin bisa dikatakan tidak cukup berkembang dengan signifikan, hanya ada beberapa hotel yang berdiri, itupun di kota provinsi, kabupaten Mamuju, sebutlah misalnya Hotel D'Maleo yang sangat terkenal itu.
Berikut ini saya mengutip beberapa jenis kategori hotel/wisma/losmen.penginapan yang ada di Sulawesi Barat dari Buku Saku “Direktori Hotel Sulawesi Barat Tahun 2012” yang menyajikan informasi-informasi mengenai hotel dan akomodasi lainnya, seperti : nama hotel/akomodasi, alamat, klasifikasi usaha, tarif kamar per malam, dan lain-lain.
Hotel Berbintang (Star Hotel)

suatu usaha yang menggunakan suatu bangunan atau sebagian bangunan yang disediakan secara khusus, di mana setiap orang dapat menginap, makan, memperoleh pelayanan, dan menggunakan fasilitas lainnya dengan pembayaran, dan telah memenuhi persyaratan sebagai hotel berbintang seperti yang telah ditentukan oleh Direktorat Jenderal Pariwisata. Ciri khusus dari hotel adalah mempunyai restoran yang dikelola langsung di bawah manajemen hotel tersebut
Hotel Melati (Other Star Hotel)
suatu usaha yang menggunakan suatu bangunan atau sebagian bangunan yang disediakan secara khusus, di mana setiap orang dapat menginap, makan, memperoleh pelayanan dan menggunakan fasilitas lainnya dengan pembayaran, dan belum memenuhi persyaratan sebagai hotel berbintang seperti yang ditentukan Direktorat Jenderal Pariwisata tetapi telah memenuhi kriteria hotel melati yang dikeluarkan oleh Dinas Pariwisata Daerah (Diparda)
Penginapan Remaja (Youth Hostel)
usaha jasa pelayanan penginapan bagi remaja sebagai akomodasi dalam rangka kegiatan pariwisata dengan tujuan untuk rekreasi, memperluas pengetahuan/pengalaman dalam perjalanan
Pondok Wisata (Home Stay)
usaha jasa pelayanan penginapan bagi umum yang dilakukan perorangan dengan menggunakan sebagian dari tempat tinggalnya (dengan pembayaran harian)
Akomodasi Lainnya (Other Accommodation)
usaha penyediaan jasa pelayanan penginapan yang tidak termasuk dalam butir 1 sampai dengan 4 di atas, seperti wisma dan losmen
Jenis kategori hotel/wisma/losmen/penginapan diatas mungkin dapat menjadi gambaran umum bagi anda untuk mengenali seperti apa jenis tempat hunian yang anda kunjungi saat berkunjung ke Sulawesi Barat. Sesuai dengan usia provinsi Sulawesi Barat yang masih terbilang muda maka dunia pariwisata adalah hal yang masih sedang merangkak dan berkembang, sangat jauh dibandingkan dengan daerah lain semisal Sulawesi Selatan yang memiliki usia cukup lama.
Sumber :

Penulis :

Tommuane Mandar, saat ini menetap di Makassar, hobi travelling, pecinta kuliner, sedang merintis pelestarian aspek budaya dan promosi tempat-tempat wisata di tanah Mandar, Sulawesi Barat lewat pengembangan dunia literasi via sosial media.

Kontak saya :
twitter : https://twitter.com/tommuane_mandar
facebook :  https://www.facebook.com/tommuane.mandar.96

Bintang Laut Karampuang Semakin Mengkhawatirkan

Komunitas Penggiat Budaya dan Wisata Mandar atau disingkat KOMPA DANSA MANDAR kembali melaksanakan kegiatan aksi Gerakan Cinta Laut di pulau karampuang, 5 September 2015. Kegiatan ini berlangsung selama 2 hari yakni dimulai hari sabtu sampai hari minggu sore.
Salah satu agenda utama yang dilaksanakan adalah bakti sosial di sekitaran pantai karampuang yang kerap menjadi korban oleh wisatawan yang suka membuang sampah sembarangan. Pada saat penyisiran sampah, beberapa dari partisipan menemukan pemandangan yang tidak seperti biasanya, yaitu bintang laut yang sudah mati di pinggir jalan beton wisata pulau Karampuang. Sekilas tidak terlalu nampak jelas karena warnanya hampir sama dengan daun kering yang berserakan. Namun yang mengkhawatirkan adalah pemandangan ini terjadi disebabkan oleh ulah manusia yang suka menangkap bintang laut dan di bawa ke darat untuk dijadikan mainan atau bahkan dijadikan bahan potret tapi setelah digunakan itu dibiarkan saja. "Sudah dipastikan ini adalah ulah manusia yang tidak bertanggung jawab yang hanya memanfaatkan dan memuaskan orang tersebut" tutur Marhadi Muharram Pengurus Mandar Underwater saat mengikuti bakti sosial".
bintang laut di pulau karampuang
Foto bintang laut diantara dedaunan kering (Foto : Hasbi)

bintang laut pulau karampuang

Foto bintang laut di pulau Karampuang Mamuju, Sulawesi Barat (Foto : Hasbi)
Di sisi lain bintang laut adalah ekosistem laut yang perlu di jaga, karena hewan ini sendiri memiliki manfaat baik itu bagi manusia maupun terhadap lingkungan laut itu sendiri.
bintang laut pulau karampuang
Foto bintang laut di pulau Karampuang yang mengering (Foto : Hasbi)
Selain bintang laut yang banyak mati akibat ulah manusia, beberapa waktu lalu juga dari penggiat budaya dan wisata mandar menemukan penampakan hal yang serupa dari wisatawan yang secara sengaja merusak terumbu karang. Entah kesadaran tentang cinta laut kapan akan datang. Mungkin dari sekarang kita bisa menjawab bahwa "tidak ada kata terlambat dan kita bisa memulai sejak hari ini. Tentu pula gerakan cinta laut ini butuh kesinambungan serta kesadaran bersama sebab karena alam mencari yang mencintainya dan membenci yang merusaknya.

Penulis :
hasbi abbeeHasbi, saat ini menetap di Mamuju, Sulawesi Barat, hobi travelling dan membaca buku. Alumni SMU Neg Tinambung, Polewali Mandar.
Kontak Saya :

Peran Pemuda Dalam Memajukan Sulawesi Barat menuju Provinsi Unggul dan Malaqbi EKONOMI (Ekowisata Penggerak Ekonomi Daerah)

Potensi Obyek dan Daya Tarik Wisata Alam, yang dimiliki Sulawesi Barat merupakan anugerah yang tak ternilai. Keunikan dan keaslian budaya tradisional, keindahan alam, dan peninggalan sejarah/budaya yang dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kesejahteraan masyarakat. Kondisi ini memberikan arti positif, yaitu kegiatan kepariwisataan alam dapat berperan dalam meningkatkan kesejahteraan dan pendapatan masyarakat.

Dengan konsep Ekowisata yang juga dapat meningkatkan ekonomi masyarakat, Sulawesi Barat tidak akan berada dalam jejeran “Provisi Termiskin di Indonesia” lagi. Ekowisata merupakan suatu kegiatan wisata yang bertanggung jawab dan mendukung upaya pelestarian lingkungan (alam dan kebudayaan) dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

Ekowisata terdiri dari komponen pelestarian lingkungan (alam dan budaya), peningkatan partisipasi masyarakat, dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi lokal, dan telah dikembangkan dengan sukses di banyak negara berkembang. Pengembangan ini selalu sejalan dengan dua prinsip dasar ekowisata, yaitu memberi keuntungan ekonomi langsung kepada masyarakat lokal serta turut andil dalam pelestarian alam.
potensi ekowisata sulawesi barat
Pantai Dato di kab. Majene, prov. Sulawesi Barat (foto : Muhammad Putra Ardiansyah)
Lalu bagaimana dengan Sulawesi Barat, mengapa sampai saat ini pemerintah hampir belum mampu memberdayakan kekayaan alam serta budaya yang ada.? masyarakat yang didominasi oleh petani dan pelaut hanya terlilit oleh kemiskinan, masalah ekonomi menjadi tantangan terberat Sulawesi barat saat ini. Padahal jika kita mau sedikit saja membuka mata dengan potensi Sulaewesi Barat yang ada, saya sangat yakin kemiskinan yang mejadi permasalahan ini bisa sedikit teratasi. Berapa banyak Spot wisata yang terdata maupun yang tidak di Sulawesi Barat dari gunung smpai ke laut.? Ada banyak, hanya saja banyak orang yang tak bisa melihat potensi ini, pemerintah daerah seakan terpaku pada 1 Objek wisata saja, mereka tak melihat, banyak spot yang lebih indah dari hanya sekedar karampuang, dato, palippis, mampie, baraneq, limbong sitoqdoq dan lainnya. Kalaupun ada yang dikelola, pengeolaannya yang tidak maksimal, pemerintah selalu menghabiskan anggaran daerah untuk membangun fasilitas wisata dan setelah itu ditinggalkan begitu saja, tidak ada tindak lanjut. Padahal seharusnya masyarakat sekitar diberdayakan, misalnya dalam hal kebersihan lokasi wisata, fasilitas tambahan yang bisa dikelolah masyarakat, ataupun jajanan/kuliner, dalam hal itulah masyarakat yang seharusnya berperan aktif.

Menurut  Pedoman penyusunan RIPPDA (Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah), tertulis dengan jelas bahwa “Pelaku utama yang menggerakan roda pembangunan pariwisata adalah unsur : dunia usaha, masyarakat (termasuk pers, LSM, akademisi) dan pemerintah. Namun demikian, pemerintah lebih berperan sebagai fasilitator, sedangkan usaha pariwisata dan masyarakat merupakan pelaku-pelaku langsung dan kegiatan pariwisata” Nah, dengan melihat pada pedoman penyusunan RIPPDA, jelas sekali bahwa masyarakatlah yang harus beperan aktif di lapangan, masyarakatlah yang harus diberdayakan, sedangkan pemerintah hanya berfungsi sebagai fasilitator pendukung, fungsinya membantu terlaksananya kegiatan, jadi sulit untuk terlalu mengandalkan mereka dalam mengelola Objek Wisata, masyarakat lah yang melakukan.

Lalu di Sulbar seperti apa pemerintah dalam mengembangkan pariwisata? misalnya untuk kasus pantai Dato di Kab. Majene, masyrakatnya siap menunggu fasilitator  karena mereka butuh pembimbingan, lalu untuk pantai Mampie di Polewali Mandar, mereka contoh yang sudah sukses, dikelola sendiri oleh kelompok sadar wisata, dan pemerintah kabupatennya memfasilitasi.

Sudah saatnya para pemuda Sulawesi Barat menyadari potensi yang sangat kaya ini, kita punya laut, kita punya gunung, lalu kenapa tidak bisa mensejahterakan masyarakat.? Ada banyak orang diluar sana yang mengagumi Sulawesi Barat mulai dari alam dan budayanya yang unik, tapi karena tidak adanya informasi yang jelas dan akurat serta fasilitas yang kurang memadai, sehingga mereka enggan untuk berkunjung ke tempat kita.

Beruntunglah Sulbar, saat ini ada komunitas pemuda yang gencar mempromosikan dan memperkenalkan budaya dan pariwisata Sulawesi Barat. Komunitas Penggiat Budaya dan Wisata Mandar adalah komunitas yang menjadi tombak utama dalam promosi Kekayaan alam dan budaya Sulbar, meski awalnya hanya bergerak di dunia maya, saat ini group Facebook dengan beranggotakan puluhan ribu itu memberikan efek yang sangat besar terhadap pemuda pemudi Sulbar, meskipun bergerak dengan swadaya, informasi mereka lebih lengkap dibandingkan dengan informasi dari Disbudpar, Pergerakan mereka lebih gencar dibandingkan dengan Disbudpar. Pemuda pemudi dari latar belakang profesi, mulai dari Dokter, Guru, TNI, Fotografer, Entrepreneur, Pengangguran, pencinta alam, Diver bahkan beberapa pejabat-pejabat sulbar yang sadar wisata dan budaya ikut aktif dalam komunitas ini. Bahkan komunitas tersebut telah melahirkan beberapa pemuda-pemuda hebat, sebagai contoh budaya literasi yang dibangun dari awal berdirinya menjadikan beberapa pemuda yang tergabung didalamnya sudah sangat lihai bermain dengan tulisan-tulisan yang meski saat ini masih bermain di media lokal. Contoh yang lebih konkritnya adalah SAHABAT PESISIR yang aktif dalam melestarikan pohon mangrove/bakau serta coral/karang yang ada di Gonda, desa laliko kec. Campalagian, Polman.

Saat ini pun Gonda dikelolah oleh beberapa pemuda jebolan Komunitas penggiat Budaya dan Wisata Mandar, mereka akan menjadikan Gonda sebagai destinasi wisata hutan mangrove dan wisata bawah laut (coral), dengan konsep Ekowisata tentunya. Dengan terbangunnya destinasi wisata yang ada disana nantinya, masyarakat akan terbantu secara ekonomi, wisatawan yang datang  pastinya akan membutuhkan lepa-lepa dan perahu Sandeq milik warga untuk melihat coralnya, wisatawan membutuhkan alat snorkeling untuk melihat keindahan bawah lautnya, wisatawan butuh makanan (kuliner) yang dimana masyarakat bisa membuka lapak-lapak kecil disekitar spot wisata, bukankah itu sudah cukup membantu perkonomian masyarakat.? Mereka punya pekerjaan lain dari hanya sekedar pergi melaut (manjala biring atau mattannag pukaq), dan tentunya masyarakat akan lebih sadar dengan kebersihan lingkungan karena adanya wisatawan yang datang, mereka akan membersihkan pantai agar terlihat lebih indah. Pemerintah juga harus ikut dalam mempromosi dan memfasilitasi.

Disinilah konsep Ekowisata itu berjalan, sinergi dari masyarakat, alam (lingkungan) serta pemerintah dalam mewujudkan Masyarakat Sejahtera dengan memanfaatkan Potensi yang ada.

Sebagai seorang pemuda, kita wajib untuk membuka mata, masalah ekonomi memang sudah menjadi realita yang nyata di Sulawesi Barat kita yang tercinta. Kita jangan tutup mata dan telinga, angkat bicara dan lakukan aksi nyata.

Penulis :
muhammad putra ardiansyahMuhammad Putra Ardiansyah, saat ini menetap di Makassar, Sulawesi Selatan, hobi travelling, fotografi, dan dunia bisnis. Alumni SMK Neg 1 Polewali yang saat ini menempuh pendidikan di Universitas Muslim Indonesia Makassar.
Kontak Saya :
Facebook : https://www.facebook.com/putra.s.motivato

 
Copyright © 2015 News Celebes. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger